Zaman sekarang kebebasan dalam bersosial media sudah sangat luar biasa dan tak terbendung, semua orang bebas dan berhak berkomentar serta menyumbang opini mereka masing-masing tanpa adanya filter atau aturan teknis yang mengikat, jika dalam hal ini berkomentar dan beropini secara bebas diartikan sebagai " tukang nyinyir dan tukang ikut campur urusan orang " maka kesannya jadi negatif sekali, tapi tak bisa dipungkiri faktanya juga demikian.
Sekarang orang begitu mudahnya mencibir, mencela, mencaci/menghina di sosial media, Perbedaan visi ribut, Perbedaan pandangan, adu argumen siapa yang lebih benar dengan nada nada menjatuhkan dan meremehkan, Merasa seolah pendapat mereka yang paling benar dan mengkerdilkan pendapat yang lain, Tak usahlah perkara perkara besar semacam perbedaan pandangan politik atau perbedaan agama, Hal hal kecil dan sepele aja bisa ngebuat kita ribut dan adu mulut, sesederhana siapa yang lebih hebat antara messi atau ronaldo, atau sesederhana : apa yang lo denger : Yanny atau Laurel. Semua orang seakan merasa punya kebebasan berkomentar seenaknya, bahkan ketika belum memahami betul apa permasalahannya.
Sekarang, batasi diri dalam bersosial media, jika tetep mau berkomentar ya berkomentar lah yang positif. Juga posting dan suguhkan konten yang positif, walaupun sekiranya tidak atau belum bisa mengedukasi tapi minimal juga tidak memposting hal hal negatif dan berujar kebencian.
Intinya, mari manfaatkan dan bagikan hal hal yang positif dalam sosial media.
Serta, bijak dalam bersosial media.
Saya menulis ini dengan niatan baik, agar anak anak yang baru mulai mengunakan sosial media juga para generasi generasi orang tua kita yang baru mulai mengenal sosial media, yang mereka liat ya akun akun dengan konten positif dan mengedukasi, itu aja.
Semoga bermanfaat dan berkenan membaca sampai selesai.
Terimakasih, Cheer up
Komentar