Gak tau ya, sampai mana limitasi perasaan manusia bisa diuji, bisa bertahan, bisa tetap waras dengan semua hal yang kalo dipikir kadang sebenernya gak manusiawi banget, tapi kalo dipikir lagi, sampai mana juga limitasi manusia di tahap manusiawi itu sendiri? gak jelas juga.
Tulisan ini adalah sedikit dari sekian pikiran liar yang ada di kepala, saya tak tahu medium yang paling tepat untuk mengungkapkan, entah melalui lukisan, coretan, atau coba saya diskusikan untuk mencari titik temu, nyatanya saya tetap tidak menemukan kesimpulan terbaik.
Saya lelah sekali, dengan apa yang ada di kepala saya sendiri.
Terlalu banyak hal yang tidak saya mengerti, terlalu banyak ruang yang tidak mampu saya singgahi, terlalu banyak rasa yang tidak dapat saya rasakan, rasanya, saya serasa mati rasa untuk merasa.
Walaupun, saya percaya bahwa hidup ini memang dekat dengan hal-hal yang tidak kita mengerti, malah malah ketidaktahuan kita justru mendominasi dan mengikiskan hal yang sebelumnya amat prinsipil bagi kita.
Kadang, kita beranjak, lalu merangkak, ke atas menuju satu titik yang semua orang ingin gapai, nyatanya ketika sampai, justru bukan sesuatu yang kita butuhkan.
Kadang, kita di titik terbawah, nadir, sendirian, di titik yang semua orang takutkan, nyatanya tak seburuk itu juga, itu hanya situasi yang perlu dilewati dengan kepercayaan.
Lantas, dalam hidup, manusia harusnya berpindah ruang dan menjajaki titik baru, atau hanya perlu di satu area, dan menguatkan pijakan serta kenyamanan, entah, toh manusia juga beragam, tak ada teori hidup juga yang bisa diterapkan.
Ahhh hidup
Tai banget
Komentar