Ya, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Rasanya saya sudah dimenangkan oleh film ini sejak scene pertama barangkali, yang membuat saya berujar what the fuck, yang nyatanya jadi kalimat repetisi yang sering saya ulangi di scene scene ke belakangnya.
Sejujurnya, saya bingung harus darimana mengulas dan menilai film ini, ini film yang benar-benar brengsek, luar biasa liar, eksotis nan erotis, gelap namun juga berkilauan di banyak layer, skenario dan cast nya solid dan kokoh bukan main.
Menyoal production designer dan art director, artistik dan dunia yang dibangun di film ini adalah mahakarya, luar biasa indah dengan suguhan 80-90an sampai-sampai saya bisa merasa hidup di jaman yang bahkan belum tau rasanya hidup.
Saya disuguhi banyak sekali rasa dalam film ini, kegetiran, kengerian, haru pilu tentu, juga kepuasan yang berlebih. Luar biasa, salah satu film yang rasanya akan susah keluar dari ingatan kepala saya.
Film ini membawa sedemikian banyak isu penting dan dikuliti hingga spektrum mendalam yang membuat saya berpikir "brengsek, luar biasa gila film ini"
Buktikan sendiri
Selamat merayakan dendam dan sinema, film ini sungguh layak.
Iteung, ahhh luar biasa pesona mu, aku terbuai tanpa tapi dan tawar.
Iteung, kenapa Ajo Kawir?
Apa yang akan kau lakukan terhadap laki-laki yang tak bisa ngaceng? Iteung?
Komentar