Langsung ke konten utama

Inginku

Inginku, kita bersama dan senantiasa menjaga satu dan lainnya

Inginku, kita menua dengan berbagai kenangan gila masa muda

Inginku, kita terbahak-bahak menertawakan betapa bodohnya seisi dunia


Inginku, banyak, tentu dirimu adalah salah satu yang termasuk dan tanpa perlu ada kompromi dengan apapun dan siapapun


Jikapun ternyata semesta punya rencana diluar apa yang ku damba, tak mengapa

Akan kupastikan aku menentang dengan lantang, tentu, itu sepadan dengan apa yang ku perjuangkan, dirimu


Iyaa, aku akan mengusahakan semuanya

Tentu untuk satu nama


Mungkin terdengar heroik dan luar biasa, namun sebagian lain justru menganggap picik dan nestapa


Aku tak peduli dengan bagaimana dunia akan bereaksi, aku mau kamu, selalu mau


Tapi

Ternyata

Ini bukan cuma tentang apa yang aku mau, apa yang aku ingin, dan bahkan, bukan cuma tentang aku



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sialnya, Kita Tidak Pernah Sepakat Soal Rasa

Jadi, sebenarnya apa benang merah yang mempertemukan kita di titik tengah? Kamu yang cinta mati dengan manis, kerap mengalah karena rasa paling enak bagiku selalu asin Atau, kamu yang selalu berhati-hati untuk tidak menyinggung perasaan, harus memahami aku yang suka bercanda jelek tak berperasaan  Aku tak menyangkal, kita memang tak korelatif soal selera musik, film, buku, tempat, hingga kebiasaan dan cara mengisi waktu luang Sialnya, contoh barusan hanya segelintir kecil dari yang besarnya kita pun sama-sama belum tahu akan seberapa  Barangkali, kita memang tidak pernah bertemu di tengah, kalaupun benar, aku pun tak mengapa Ideal itu satu hal, jujur saja kita belum. Tapi, masuk akal itu hal lain, ku harap kita sudah Entah rasa macam apa yang ku pakai juga percayai, yang jelas semua ketidaksepakatan ini terasa masuk akal. Masuk akal untuk dijalani, masuk akal untuk dirasakan, masuk akal untuk dipupuk dan dikuatkan  Aku pernah bilang, bahwa kita tidak perlu memaksakan, han...

Bangun, Bajingan

Ya, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Rasanya saya sudah dimenangkan oleh film ini sejak scene pertama barangkali, yang membuat saya berujar what the fuck, yang nyatanya jadi kalimat repetisi yang sering saya ulangi di scene scene ke belakangnya. Sejujurnya, saya bingung harus darimana mengulas dan menilai film ini, ini film yang benar-benar brengsek, luar biasa liar, eksotis nan erotis, gelap namun juga berkilauan di banyak layer, skenario dan cast nya solid dan kokoh bukan main. Menyoal production designer dan art director, artistik dan dunia yang dibangun di film ini adalah mahakarya, luar biasa indah dengan suguhan 80-90an sampai-sampai saya bisa merasa hidup di jaman yang bahkan belum tau rasanya hidup. Saya disuguhi banyak sekali rasa dalam film ini, kegetiran, kengerian, haru pilu tentu, juga kepuasan yang berlebih. Luar biasa, salah satu film yang rasanya akan susah keluar dari ingatan kepala saya. Film ini membawa sedemikian banyak isu penting dan dikuliti hingga spek...

Memoar : Babak satu

Kita pernah teramat saling Berbahagia juga bersuka Namun juga pernah sama-sama paling Menyakiti juga mengingkari Bagaimanapun, kita pernah berjanji Saling membutuhkan Saling memahami Saling menerima Tetapi, kita juga pernah sama-sama Melepaskan Tidak peduli Berpaling Sekarang, kita harusnya tau Bahwa masing-masing telah menjadi asing Mungkinkah, kelak kembali merebak Sepasang dan menyayang Mencoba memahami sekali lagi Mencoba menerima kali kedua Babak satu