Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Political correctness

Sebenarnya saya pribadi tidak cukup meyakini apa padanan dan terminologi yang paling sesuai untuk bisa mendefinisikan apa itu political correctness atau politically correct, sederhananya itu adalah sebuah tatanan dan norma tidak tertulis yang dijadikan semacam benchmark dalam tata kehidupan, mengatur bagaimana seharusnya seseorang berbicara, bersikap, bahkan mungkin berpikir, semua diminta untuk patuh pada keteraturan tersebut, untuk menghindari pelanggaran atau kerugian bagi anggota kelompok tertentu, sayangnya, justru lebih banyak menimbulkan multi persepsi argumen dibandingkan keteraturan itu sendiri politically correct yang bertujuan mengatur serta menertibkan, kesannya justru membelenggu dan membatasi, membatasi ruang dialog, membelenggu kebebasan nalar kritik dan kritis, selain itu, pertanyaan besarnya juga adalah, politcally correct ini menggunakan standard yang entah milik siapa dan dengan dasar apa, lantas apakah karena standard nya dipakai lalu bisa bebas dan tanpa batas ...

Tai Banget Yaa

Gak tau ya, sampai mana limitasi perasaan manusia bisa diuji, bisa bertahan, bisa tetap waras dengan semua hal yang kalo dipikir kadang sebenernya gak manusiawi banget, tapi kalo dipikir lagi, sampai mana juga limitasi manusia di tahap manusiawi itu sendiri? gak jelas juga. Tulisan ini adalah sedikit dari sekian pikiran liar yang ada di kepala, saya tak tahu medium yang paling tepat untuk mengungkapkan, entah melalui lukisan, coretan, atau coba saya diskusikan untuk mencari titik temu, nyatanya saya tetap tidak menemukan kesimpulan terbaik. Saya lelah sekali, dengan apa yang ada di kepala saya sendiri. Terlalu banyak hal yang tidak saya mengerti, terlalu banyak ruang yang tidak mampu saya singgahi, terlalu banyak rasa yang tidak dapat saya rasakan, rasanya, saya serasa mati rasa untuk merasa. Walaupun, saya percaya bahwa hidup ini memang dekat dengan hal-hal yang tidak kita mengerti, malah malah ketidaktahuan kita justru mendominasi dan mengikiskan hal yang sebelumnya amat prinsipil ba...

Theater of Mind

Kadang, di situasi tertentu saya berkontemplasi cukup lama dan dalam sekali, saya coba menyusun pikiran-pikiran liar di kepala dan mencoba menjadikannya kerangka utuh, yang walaupun seringkali tidak mendapatkan konklusi yang memuaskan dari kontemplasi yang saya lakukan, paling tidak dapat mengajak otak saya berputar dan semakin mengenali diri saya sendiri. Tentu, ada kalanya berpikir teramat melelahkan, memuakkan, juga menjengkelkan. Saya tak tau sejak kapan tepatnya, di kepala saya selalu ada dark voice dan semacam alter mind yang terus-terusan menabrak logika saya yang selama ini saya anggap logika waras, ketika saya memikirkan satu hal, otak saya menjadikannya dua cabang bahkan lebih, tentu, banyak perspektif yang muncul, tapi percayalah, itu menyiksa. Semacam ada banyak sekali suara di kepala sendiri yang bahkan kita tidak sepenuhnya yakin atas semua suara yang ada, susah dan bias sekali mencari kebenaran yang mutlak di kepala sendiri. Namun, di sisi lain saya juga merasa mendapat ...

Inginku

Inginku, kita bersama dan senantiasa menjaga satu dan lainnya Inginku, kita menua dengan berbagai kenangan gila masa muda Inginku, kita terbahak-bahak menertawakan betapa bodohnya seisi dunia Inginku, banyak, tentu dirimu adalah salah satu yang termasuk dan tanpa perlu ada kompromi dengan apapun dan siapapun Jikapun ternyata semesta punya rencana diluar apa yang ku damba, tak mengapa Akan kupastikan aku menentang dengan lantang, tentu, itu sepadan dengan apa yang ku perjuangkan, dirimu Iyaa, aku akan mengusahakan semuanya Tentu untuk satu nama Mungkin terdengar heroik dan luar biasa, namun sebagian lain justru menganggap picik dan nestapa Aku tak peduli dengan bagaimana dunia akan bereaksi, aku mau kamu, selalu mau Tapi Ternyata Ini bukan cuma tentang apa yang aku mau, apa yang aku ingin, dan bahkan, bukan cuma tentang aku