Sebenarnya saya pribadi tidak cukup meyakini apa padanan dan terminologi yang paling sesuai untuk bisa mendefinisikan apa itu political correctness atau politically correct, sederhananya itu adalah sebuah tatanan dan norma tidak tertulis yang dijadikan semacam benchmark dalam tata kehidupan, mengatur bagaimana seharusnya seseorang berbicara, bersikap, bahkan mungkin berpikir, semua diminta untuk patuh pada keteraturan tersebut, untuk menghindari pelanggaran atau kerugian bagi anggota kelompok tertentu, sayangnya, justru lebih banyak menimbulkan multi persepsi argumen dibandingkan keteraturan itu sendiri
politically correct yang bertujuan mengatur serta menertibkan, kesannya justru membelenggu dan membatasi, membatasi ruang dialog, membelenggu kebebasan nalar kritik dan kritis, selain itu, pertanyaan besarnya juga adalah, politcally correct ini menggunakan standard yang entah milik siapa dan dengan dasar apa, lantas apakah karena standard nya dipakai lalu bisa bebas dan tanpa batas
Saya sendiri coba menarik benang merah dari pembahasan ini, politically correct ini pada akhirnya menimbulkan sesuatu yang bias
Kebenaran yang relatif dan tidak bisa di validasi, aturan yang tak cukup punya dasar, juga makna politically correct itu sendiri
Apa iya, kebenaran politis adalah urgensi yang paling utama sehingga dijadikan benchmark dalam tata kehidupan?
Bayangkan, jika semua hal harus berlandaskan politically correct, berapa banyak kata-kata yang berpotensi dibatasi atau dilarang diucapkan, hanya karena dianggap tidak masuk klasifikasi politically correct
Bayangkan lagi, pihak-pihak yang menyusun juga mempunyai wewenang atas bagaimana politically correct itu seharusnya diaplikasikan, justru tidak cukup memiliki referensi yang memadai dan relevan, dasarnya hanya asas ketidaksukaan dan kesukaan, betapa menyeramkan dan menyedihkannya
Ahh, Fucked up politically correct, fucked up.
Komentar