Tentu, saya bukan seorang yang tumbuh atau bahkan lahir dengan guyonan khas Srimulat, guyonan nya memang khas, kalimat yang hingga kini masih sering terdengar "guyonan Srimulat" entah grup Srimulat sendiri yang memprakarsai guyonan yang kini masih sering digunakan atau mereka sekadar mempopulerkan. Pun, saya merasa tidak memiliki kedekatan sentimentil atau perasaan suka yang teramat karena era jaya mereka memang jauh sebelum saya lahir, saya hanya tau beberapa nama besar dari pentolan grupnya lewat talk show masa kini yang mengungkit kejayaan grup tersebut.
Menyoal filmnya, Srimulat : Hil yang Mustahal, saya datang tanpa ekspektasi tinggi, dan ternyata cukup memuaskan. Saya tidak kenal Srimulat, tidak juga merasa dekat dengan gaya berkomedi mereka, tapi puas sekali menonton filmnya, harus saya akui bahwa tawa yang keluar dari saya dan mayoritas penonton lain bukan tawa meledak-ledak, tapi tawa kami padat, dan sering.
Chemistry Bio One dan Elang El Gibran lewat Gepeng dan Basuki jelas jadi perhatian sentral sepanjang film, terlebih Elang, saya merasa Elang tidak sedang memerankan Basuki, dia menjadi Basuki, dan rasanya berhasil jika saya komparasi dengan Basuki yang tampil dalam Si Doel, karena memang itu referensi Basuki yang ada di kepala saya.
Entah lewat pendekatan macam apa yang membuat Elang bisa terlihat sebegitu effortless menjadi Basuki, padahal dia aktor terakhir yang melengkapi ensemble cast dengan persiapan hanya 2 Minggu, tapi hasilnya luar biasa. Entah karena faktor x yang mendominasi atau justru beban mental yang lebih tinggi dibanding 9 aktor lainnya karena di Srimulat yang menjadi akting coach adalah ayahnya sendiri, sehingga ada perasaan ingin menghidupkan Basuki sehidup mungkin, dan benar, Basuki benar-benar hidup.
Tonton, Ini penyutradaraan yang benar-benar apik nan asik dari Fajar Nugros, Rano Karno dan Whani Darmawan ngehe banget, top!!!
Komentar