Bagaimana jika ternyata, aku tidak saja bisa menerima dirimu dengan versi terbaikmu, namun juga versi terburuk yang bahkan kau sendiri sungguh membencinya
Aku tegaskan, aku pun sungguh bukan sebaik-baiknya insan, malah mungkin saja tidak baik, entah, bagiku terlalu naif rasanya mendeskripsikan diri sendiri
Rasanya, aku juga perlu tegaskan, kau tak harus memainkan peran menjadi sebaik-baiknya insan, cukup, biasa saja, apa adanya
Tentu, memanjat doa, membuat dosa, kau berhak sekali melakukannya, pun denganku
Aku takut terlalu cepat mengambil kesimpulan dari perjalanan yang entah masih seberapa panjang, seberapa jauh, seberapa besar
Yang jelas ku doakan dan ku pinta, harusnya kita, kita, sama-sama mempersiapkan juga bersiap atas hal-hal yang tidak terencana
Bagaimanapun nanti
Aku inginkan kita menjadi kita dan tetap menjadi kita
Entah, ada campur tangan semesta atau apapun, aku tak mau terlalu perduli
Bagiku aku sudah menemukan dirimu, dan aku akan berhenti
Komentar