Seringkali, yang terjadi, seringkali juga, yang dilakukan tanpa sadar, atau bahkan dengan kesadaran penuh. Setiap orang adalah pembunuh bagi mimpinya masing-masing. Tentu, bukan orang lain, bukan semesta, bukan juga situasi, tapi ya memang diri sendiri saja.
Saya baru saja melakukanya, Saya membunuh salah satu mimpi untuk memperluas jangkauan pembaca tulisan saya, dan tentu, saya melakukannya penuh kesadaran.
Sebagai seorang yang kerap menulis, ada dan besar sekali keinginan untuk tulisan saya dibaca, sebanyak-banyaknya orang pun tak mengapa, hanya saja, saya masih terlalu naif dan belum bisa mengesampingan ego dalam diri saya.
Saya menginkan tulisan saya dibaca banyak orang, namun saya juga sangat mengedepankan konsep idealisme, bahwa saya mau menulis apa yang memang ingin saya tulis, tanpa filter, tanpa kurasi, tanpa pola, bebas saja, semau saya.
Di situasi ini, perang batin terjadi, antara harus tetap idealis demi memberi makan ego, atau kompromi dan mencoba realistis. Kompromi bahwa mungkin saya tidak akan menjadi diri saya seutuhnya karena harus mau kompromi dengan keinginan membaca, atau tetap idealis menulis sesuai yang saya inginkan namun tidak cukup relevan dengan pembaca. Entah saya ada di blok mana, intensi saya sedari awal ketika mengawali blog ini memang untuk mengeluarkan apa-apa saja yang ada di kepala, tanpa filter, aturan, juga saran.
Sejauh ini saya cukup senang, dengan kolam yang kecil tapi bisa saya kuasai, sungguh takut rasanya jika pada akhirnya saya beralih ke kolam yang lebih besar, ada hal-hal yang mungkin terjadi dan bertentangan dengan prinsip dan batin saya.
Toh, saya sungguh tidak apa-apa, menuliskan sesuatu untuk 1 orang namun dengan suka cita dan kelapangan hati, daripada harus memberi makan 100 orang tapi saya tidak puas.
Dan, ini hanya konseptual yang saya pegang saat ini, bukan suatu yang permanen juga, bisa saja, bisa sekali, saya kompromi atas semua hal.
Juga, bisa sekali, saya menjelajahi mimpi-mimpi yang tidak pernah saya harapkan sebelumnya.
Sehingga, nantinya saya tidak akan lagi membunuh mimpi saya sendiri.
Komentar