Bagi beberapa orang idealisme adalah hal yang teramat penting, sangat penting. Seolah idealisme adalah satu satunya hal yang diagungkan sampai nalarnya lupa bahwa ada yang namanya pragmatisme dan kompromi.
Begini, bagi saya setiap orang punya idealisme masing masing dalam dirinya, setiap orang idealis akan suatu hal, yang membedakan hanya kadar dan interpretasinya, serta caranya bersikap. Justru aneh rasanya ketika seseorang sama sekali tidak idealis, bahkan selain idealis harusnya setiap orang juga skeptis dalam beberapa hal, harusnya.
Namun tidak demikian ternyata, mereka mereka yang begitu mengagungkan idealisme seringkali melabeli orang orang yang tidak menunjukkan idealisme nya seperti mereka, banyak terjadi. Merasa besar, merasa tahu segala, merasa, fakklah. Hingga pada akhirnya ada sebuah fase dimana orang orang yang sebelumnya tidak peduli dan bodo amat dengan idealisme mulai mencari, membangun, dan menunjukkan idealisme nya masing masing. Idealisme yang mulanya terkesan begitu esensial dan prinsipil lambat laun menjadi sebuah aliran yang begitu universal.
Adil, karena memang semua orang berhak idealis. Tapi yang begitu tai dari fenomena ini adalah banyak orang yang hanya sekedar ikut arus dan main idealis-idealis an, demi status sosial, demi kesan orang lain, demi diterima di lingkar pertemanan. Tai, asli.
Idealisme harus berdasar juga berakar, yang tak kalah penting, idealisme harus berakal.
Bagaimana, sudah se idealis apakah dirimu ? sudahkah sesuai porsi dan tempatnya ? juga, banyak kah tai tai di sekitarmu yang ikut arus ?
Komentar