Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Serasa

Iyaa, hubungan ini terkesan berat dan teramat buru-buru Mungkin kita saling tak menduga, sama-sama belum sepenuhnya percaya, atau merasa belum seharusnya Begini, kita coba terlebih dahulu Bukan untukmu, juga bukan untukku Kita coba beri waktu untuk hubungan ini Kita coba beri kompromi untuk saling Kita coba beri kesempatan untuk percaya Kita coba beri ruang untuk memahami Kita coba beri rasa untuk bersabar Kita coba beri proses untuk bertahap Kita coba beri kuat untuk bertahan Mari, berdua sama-sama Jika ternyata tetap tidak bisa, sungguh tak mengapa, aku sangat bisa menerima Bahwa, memang tidak seharusnya dan tidak perlu dipaksakan untuk harus Tidak perlu dipaksakan untuk tetap Tidak perlu dipaksakan untuk saling Tidak perlu dipaksakan untuk seiring Tidak Tidak perlu dipaksakan

Bisa ya

Gue gambling banget harus gimana Rasanya kayak tiba-tiba aja gitu jadi peserta di perlombaan yang gak pengen gue ikutan Start mulainya udah jauh banget, tapi garis finish juga belom keliatan nih Kalo nyerah disini jangan-jangan dua belokan lagi sampek Kalo lanjut terus jangan-jangan masih puluhan tikungan lagi Ya tuhan, gue capek banget Orang-orang kayaknya pada enak banget, bisa aja gitu lurus lempeng tanpa beban Orang-orang kayaknya santai banget, jalan aja gitu nikmati semuanya Orang-orang kayaknya happy banget, banyak aja gitu yang support di belakang Orang-orang kayaknya seru banget, beragam warna aja gitu yang dilewati Orang-orang kayaknya, eh bentar bentar Gue bilang kayaknya Gue kan gatau ya yang sebenernya Kayaknya gue deh yang terlalu overthinking sama semuanya, iya deh kayaknya Pasti banyak yang jalannya lebih berat, pasti banyak yang situasinya lebih susah, pasti banyak yang tanggungannya lebih gede, pasti banyak yang gak mau nyerah cuma karena capek Udah ah, atur nafas dan...

Temu

Mari meramu semua keraguan Menjadikannya satu Balut dengan kepercayaan Dan rayakan dengan temu Maukah, sekali lagi Berdua saja, berjanji untuk tidak saling berpaling Bersama, sama-sama menguatkan dengan kuat Aku yakini, kali ini setulus hati Jika tidak, juga tak mengapa Aku akan tetap menunggu Sampai kau siap memulai kembali Sampai kau yakin dan membuang semua ragu Sampai kau berani mengambil resiko sakit hati Sampai kau percaya aku mampu setia Sampai kau memilih bahwa aku yang kau kasih Sampai kau kembali pada satu nama Sampai pada saat itu terjadi Aku akan tetap menunggu Temu

Iya kan

Bagaimana pun, tidak semua hasil selalu lewati proses yang sama, tidak dengan situasi yang selalu senang, tidak pada kondisi yang pasti tenang. Mungkin banyak luka lara, rubuh runtuh, kelam kejam. Sepertinya, hidup memang demikian, dan juga harusnya berjalan demikian, serupa ruang-ruang yang tidak serupa, berbagai medium warna yang selalu konsisten untuk berubah ubah. Pada ruang ruang tersebut, kita dekat dengan perpindahan, kebisingan lalu keasingan, kesenangan dan mungkin kesengsaraan. Tetap saja, tidak akan pernah sama antara satu dua dan lainnya. Rasanya, satu satunya cara terbaik yang bisa selalu dilakukan makhluk bernama manusia adalah berkompromi. Pada situasi yang terjadi, pada ego diri sendiri, dan pada kompromi itu sendiri. Kita mungkin lelah, ingin pasrah atau berserah dan memilih kalah. Tapi kita juga bisa kuat, dikuatkan dan menguatkan. Dari semua paradoks yang tak terjawab, dan semua asumsi yang kontemplatif. Kita seharusnya berkesimpulan utuh pada satu kepercayaan, diri ...

Tujuan Hidup

Pernah mikir gak sebenarnya tujuan hidup tuh buat apa? buat nyenengin orang lain? buat nyenengin diri sendiri? atau justru hidup adalah ajang persaingan dengan orang lain?  Gue ngerasa semakin dewasa justru banyak bitter truth dalam hidup yang terungkap dan mulai harus diterima secara realistis, pait emang, tapi ya gitu adanya. Analoginya nih ya, hidup tuh semacam perlombaan yang lo sebenarnya gak pengen ikutin, tapi mesti. Kadang lo cuma pengen jalanin hidup lo secara santai dan nikmatin semua momen momen kecil di sekitar lo, tapi karena banyak temen lo yang kelewat ambisius dan anggep hidup sebenar-benarnya persaingan, hingga lo secara tidak sadar memilih melupakan kebahagiaan dan hal-hal yang sebelumnya lo nikmatin karena lo ngerasa juga harus compete sama dia, harus bisa bersaing buat sampai finish. Padahal ya, start orang beda-beda, track yang dilalui beragam, tujuannya pun beda juga, jadi ya sebenernya lo gak harus compete, lo gak harus apa-apa cepet kok, yang penting lo nikm...