Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Satu hari

Suatu hari, kami dipertemukan dalam sebuah ikatan Suatu hari, kami membuat janji tentang impian dan harapan jangka panjang Suatu hari, kami dibersamakan dan selalu ingin bersama Suatu hari, kami tertawa dan menjadi insan tuhan yang paling bahagia Suatu hari, kami melagu tanpa sedikit pun sendu Suatu hari, kami bertatap dan saling mengukir harap Suatu hari, kami seiring dan beriring Suatu hari, kami meramu tanpa sedetik pun ragu Suatu hari, kami bersuka tanpa sekalipun duka Suatu hari Lalu, satu hari Satu hari saja Kami berpisah dan melupakan semua hari

Dersik Nirmala

Aku meyakinkan diri bahwa aku memang jatuh pada cinta yang baik. Yang senantiasa memperbaiki juga mengamini Bagiku kau adalah pelengkap dari semua yang salah Penuntun diri menjauhi salah Padamu aku jatuh, padamu aku bersungguh-sungguh. Saat ini dan semoga selamanya kita sama sama tak bisa dan tak biasa tanpa kehadiran satu sama lain. Walau kau pun bisa saja bahagia meskipun tidak denganku. Tapi aku sungguh benci dengan kalimat barusan. Begini. Kau boleh ke hati siapapun. Ku kuat kuatkan, kucoba tahan tahan. Boleh saja. Asal tak ada kesepakatan menetap dan hanya sekedar singgah. Karena memilikimu, mencintaimu, menjadi bagian penting dalam hidupmu. Adalah hal yang kuinginkan dan tak akan kupikir ulang. Tak ada sedikitpun ragu. Inginku, semoga kau pun tak ada kompromi dengan apapun dan siapapun. Tentang ini. Tentang kita. Hubungan yang tak dibuat buat. Jika iya. kuanggap kita impas.

Haruskah mahir di semua bidang ?

Tulisan ini membahas tentang ekspektasi dan harapan orangtua kepada anak, apakah semua ekspektasi yang diberikan orangtua kepada kita harus kita realisasikan atau kita punya hak dan pilihan untuk tidak peduli serta hanya fokus menjalani hal hal yang kita senangi saja ? Mari baca dan bahas bersama. Begini. Bukannya mau sok bijak apalagi menggurui. Ini hanya opini dan sudut pandang pribadi saya tentang bagaimana realita yang terjadi pada saat ini. Saya juga tak mempermasalahkan bila kalian berbeda atau malah malah menentang pendapat saya.  Okee. Sekarang begini. Apa iya kepuasan terbesar orang tua adalah ketika anaknya paham dan mengerti betul tentang matematika, fisika, geografi? Atau ketika sang anak rangking 1 dalam kelasnya? Atau tak pernah ada absensi A selama masa sekolahnya? Saya belum tau rasanya jadi orang tua dan belum sepenuhnya paham. Tapi mungkin kelak ketika saya sudah jadi orang tua kepuasan terbesar saya pada anak saya rasanya juga bukan hal hal diatas. Dan. In...

Lo gak akan bener bener sendirian

Disini gue mau bahas soal kesedihan, depresi, stress, dan ya cara cara orang buat sembuh atau menikmati rasa sedih itu sendiri. Langsung aja baca deh Pertama, gue tau dan sangat meyakini bahwa semua orang punya masalah, punya rasa sakit, punya kesedihan yang entah mereka tunjukin atau disembunyiin dengan topeng mereka masing-masing, yakinn, karena gue juga percaya bahwa emang gak ada orang yang bener bener fearless dan ignore dengan hal hal yang bikin hidup dia gak nyaman, dalam banyak hal, temen bangsat yang suka minjem duit atau barang seenaknya, antri di tempat makan yang ramenya udah kayak bubaran pabrik, atau ketika lo udah di kampus rumah lo jauh ternyata kelas kosong, kita dekat dengan hal hal yang bikin kita gak nyaman dan pada akhirnya juga bikin kita sedih dan terlebih sampai di fase depresi, dalam banyak konteks, sesederhana contoh diatas itu tadi atau hal lain yang lebih kompleks dan personal kayak uang bulanan lo abis sebelum waktunya dan lo ngerasa jadi anak durhaka kal...

Percuma

Pada akhirnya rasa ini bersemayam dalam diam Mengudara tak terarah menuju segala arah Bermuara dan terjaga dalam duka Menyendiri berkelana ditempa luka Di sisi terjauh diambang batas Menjauhi titik paling waras Sedih, sendu, namun mampu Melagu, menuju Di sepertiga Aku menghadap, meratap Tanpa mengharap Anehnya, ada yang tak biasa dari biasanya Ada perasaan lain, yang tak lain bukan disebabkan oleh orang lain Jelas, perasaan ingin melupakan namun tak kunjung Perasaan ingin merelakan namun tak dapat Sampai akhirnya aku ingat, bahwa tak seharusnya kau kuingat Percuma Fakkk, emang taii lo

Kesetaraan Gender

Kesetaraan gender, suatu hal yang selalu menarik untuk disimak dan didiskusikan, secara umum kesetaraan gender bisa diartikan sebagai sebuah pandangan yang berorientasi pada keadilan dan mempunyai dasar bahwa semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang sama dan setara tanpa adanya perlakuan diskriminatif atau pengecualian berdasarkan identitas diri atau gender mereka. Semua orang dalam semua hal, sama, tak ada pengecualian, entah dalam konteks politik, kehidupan bermasyarakat, atau dalam lingkungan pekerjaan, secara teori itu adalah tujuannya, tapi apakah prakteknya sudah berjalan semestinya ? Mari kita bahas dan diskusikan bersama Pertama, sadari bahwa kesetaraan gender ini bukanlah suatu hal yang baru baru ini menjadi pembahasan, ini adalah sebuah hal yang sudah sekian lama digaungkan oleh mayoritas mereka kaum perempuan yang merasa didiskriminasi atau diperlukan secara berbeda karena gender mereka, banyak kasus dan tragedi mengenai perlakuan tak mengenakkan terhadap mereka...