Seperti yang ku ucapkan dulu beberapa menit sebelum berpamitan, aku kembali di peron yang sama seperti 3 tahun silam saat kamu antar. Ternyata stasiun tak terlalu banyak berubah ya, WC belakang dekat parkiran motor tetap kotor dengan bau khas nya, bahkan sekarang tambah bau dan bersahutan dengan suara jangkrik serta kodok selepas hujan sore tadi. Aku mematung beberapa saat, mengamati sekitar sembari berpikir keras mengumpulkan ragam memori yang pernah terjadi di stasiun ini. Aku memutuskan pergi, mencari tempat yang bisa leluasa untuk meluruskan kaki sembari merokok dan memantau tarif ojek online, aku sengaja tak memberi kabar untuk minta dijemput, aku yang biasanya tak suka dengan kejutan kali ini sedikit ingin mengejutkan. Ternyata juga, Angkringan mbah Mo dekat pertigaan stasiun masih buka ya, aku sempatkan mampir sebentar, mbah Mo makin tua ya, katarak nya juga makin parah. Dia tak seberapa ingat denganku walaupun sudah kuceritakan hal-hal yang sekiranya bisa mengingatka...
Selamat datang dan selamat membaca, serta terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca ini dalam hati. Langsung saja, mari memulai bersama.