Ingat dan catat namanya, Raphael Wregas Bhanuteja. Saya sudah teramat antusias dengan proyek ini sejak pertama kali diumumkan bahwa Wregas akan menggarap film panjang pertamanya, bahkan ketika judul film, genre, pemain dan semua kompleksitasnya belum terkuak, sama sekali belum ada petunjuk, tapi saya meyakini dengan sangat bahwa ini akan jadi sebuah karya yang penting berbekal menilik karya-karya film pendek Wregas sebelumnya, dan antusiasme juga penantian saya akhirnya berbalas sajian 130 menit yang benar-benar memikat nan mengikat. Sesaat setelah menonton, saya akhirnya benar-benar bisa mengilhami ungkapan bahwa film tidak saja sekadar, tapi jauh lebih dari itu, jauh lebih kompleks, medium bernama film nyatanya bisa ditarik ke spektrum yang sangat jauh, dan saya menginterpretasikan Penyalin Cahaya sebagai bentuk perlawanan serta pernyataan sikap. Penyalin Cahaya, sebuah film yang bagi saya hampir sempurna secara keseluruhan, skenario dan development masing-masing karakter sungguh san...
Selamat datang dan selamat membaca, serta terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca ini dalam hati. Langsung saja, mari memulai bersama.