Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Setapak Sejejak

Dua ratus meter lagi Tak jauh setelah perempatan, sebelah kiri Tempat dimana, kita bersua Saling bertukar nama, dan memulai semuanya Itu, sekira lima tahun yang lewat Kita masih sama sama malu Dan belum mampu saling menatap Namun tidak dengan ragu Dari hari itu, kita sama percaya Untuk saling membahagia Juga, kita mengikat janji Untuk tidak saling menyakiti Ternyata, kita sama salah Sama ingkar Sama sama Tidak saling membahagia Dan, sampai hati menyakiti Tak mengapa, itu sudah lewat Kini, kita sama bertumbuh Dan, hari ini Aku kembali mengingat Sebuah tempat, yang tak seharusnya kuingat Dengan tidak baik baik saja Sekali lagi, sekali ini Kuberi penawaran Untuk kembali Setapak Juga Sejejak

Untitled

Sepertinya saya sudah berpindah terlalu jauh, atau malah stagnan terlalu lama. Tulisan ini adalah buah pikiran yang pada akhirnya berhasil saya selesaikan setelah berulang kali, berganti hari, mengendap dan membuat saya kian kontemplatif. Saya masih tak cukup bisa mengerti apa yang saya mau Apa yang hati saya ingin tuju Apa yang otak saya hendak pikir Apa yang raga saya ingin gapai Ada terlalu banyak suara Bising dan teramat mengganggu Benar benar tak terkendali dan kehendaki Suara itu berubah tanpa perintah Bergemuruh kian riuh Saya Sayangnya Masih tetap tidak mengerti Setidaknya, selama 20 tahun ini

Abu-Abu

Melewati batas-batas terjauh dalam hidup Menanti jawaban dari semua persoalan Dihinggapi rasa kesal dan penuh murka Dihantui perasaan sesal dan berduka Disudutkan dengan pilihan tak terelakkan Dihadapkan pada situasi terburuk tak berkesudahan Tidak terbentuk, justru terpuruk Tidak membaik, justru tercabik Bimbang dan gelisah Rapuh dan menengadah Mencari Jawab Merapal harap Tidak hitam, bukan juga putih Abu-Abu Hanya Abu-Abu Tak paham lagi definisi benar dan salah Tak tau lagi harus berhenti atau tetap melangkah Kesal Sesal Diambang batas Dan tetap saja Abu-Abu

Covid-19 : Dikotomi Minor dan Mayor

Pandemi covid-19 ini jelas bukan situasi yang menyenangkan, malah malah menyebalkan. Entah bagaimana caranya virus ini menyebar sedemikian cepat? kenapa bisa terjadi ? siapa yang harus bertanggung jawab ? mana vaksin dan penawarnya ? dan berbagai pertanyaan lain menyeruak tanpa jawab. Sekira hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan virus ini menyebar dan menjadi momok yang menakutkan di berbagai wilayah di hampir semua negara sampai statusnya berubah menjadi pandemi, lebih besar dari sekadar epidemi.  Indonesia tak terkecuali, negara yang sedang berusaha menuju maju dari berkembang ini mencatat kasus positif covid-19 yang tak bisa dikatakan sedikit, dari berbagai kalangan, usia, jenis kelamin dan cara penyebaran.  Harus diakui pandemi ini berdampak dalam banyak sekali aspek. Tersebutlah pendidikan, berbagai institusi pendidikan negeri maupun swasta mengambil langkah serentak, meliburkan atau menyelesaikan proses belajar mengajar lebih awal, sekira mulai maret dan sampai ...